Asus Tablet Eee Pad Transformer hadir dengan bentuk yang dapat dikombinasikan dengan docking keyboard yang dijual secara terpisah. Sehingga pengguna yang ingin menggunakan pengetikkan lebih cepat dan dalam jangka waktu lama, Anda dapat menggunakan keyboard yang dapat dipasangkan dan dilepaskan dengan mudah. Terdapat sebuah tombol pengunci di sisi atas papan ketik yang secara otomatis mengunci body tablet pada kiri dan kanan.
Jika dilihat dari sisi bobot, tablet ini terbilang ringan, dengan bobot total 1,3 kg jika digabungkan dengan keyboard dan masing-masing berbobot 665 gram dan 635 gram saat ditimbang secara terpisah. Dengan bobot ini, terasa seperti menggunakan sebuah netbook, karena memiliki ukuran layar yang serupa, yaitu 10.1 inci.
Tablet Eee Pad Transformer
Pada bagian tablet, terdapat tombol On/Off pada bagian sisi kiri, bersanding dengan tombol volume yang dapat diatur sesuai dengan kebutuhan pengguna. Untuk sisi kanan tablet, terdapat sebuah audio jack untuk earphone dan mic, serta sebuah slot HDMI disertai sebuah slot memori stik. Untuk speaker terdapat pada sisi kiri dan kanan bawah dari tablet Eee Pad Transformer.
Sedangkan pada bagian bawah, terdapat slot pengunci yang berfungsi saat dihubungkan dengan docking keyboard, dan sebuah slot penghubung data atau berfungsi sebagai slot charger.
Untuk kamera, berada pada bagian belakang di sisi atas sebesar 5 megapixel dan pada bagian depan dengan kemampuan 1.2 megapixel.
Docking Keyboard Eee Pad Transformer
Pada bagian docking keyboard, menghadirkan tampilan keyboard yang serupa warnanya dengan bagian tablet. Laboratotium Chip mencobanya, terasa nyaman dan tombolnya responsif, sehingga memberikan kenyamanan saat melakukan pengetikkan dalam jangka waktu lama. Kesan yang terlihat adalah, simple, sederhana, namun elegan. Baik dengan disainnya yang menawan digabungkan dengan nuansa warna coklat metaliknya.
Pada sisi belakang pun serupa dengan bagian belakang tablet, terdapat tekstur yang membuat pengguna tidak akan slip saat memegangnya, serta terdapat bantalan penahan pada ke empat sisinya. Secara keseluruhan, menghadirkan nuansa yang elegan.
Pada bagian body docking, di sisi kiri terdapat slot charger dan lampu indikator kecil, serta terdapat sebuah slot usb yang saat digunakan dapat dibuka penutupnya terlebih dahulu.
Pada sisi kanan juga terdapat slot usb bersama dengan slot card reader yang dapat membaca jenis kartu MMC, SD dan SDHC.
Pada sisi atas sejajar dengan keyboard, terdapat slot pengunci docking saat dihubungkan dengan tablet. Cukup menggeser ke kanan, dan tablet akan terkunci dengan mudah. Hasilnya akan membuat tablet menjadi sebuah perangkat netbook yang handal. Saat mencoba membuka dan menutupnya, sangat baik, karena engsel pada dockingnya kokoh dan pengunciannya mudah.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Asus Eee Pad Transformer yang menggunakan Honeycomb menghadirkan nuansa berbeda ditengah hadirnya tablet-tablet baru. Nuansa yang dihadirkan Asus Eee Pad Transformer memberikan kesan berbeda dan fungsi yang lebih dari sekedar tablet pada umumnya. Saat Anda merasa cukup dengan aktivitas atau travel yang ringkas, Anda cukup membawa tabletnya saja, namun disaat memerlukan pengetikkan cepat dan memakan waktu lama, kehadiran dockingnya sangat membantu aktivitas itu.Dan baik tablet ataupun tergabung dengan docking, sekeliling Anda akan berdecak kagum saat melihat tampilan Asus Eee Pad Transformer dari sisi luar, apalagi saat rekan Anda yang menyukai gadget, kehadiran Android Honeycomb akan semakin membuatnya terkagum-kagum.
Asus Eee Pad Transformer akan tersedia di pasar Indonesia pada bulan Mei mendatang. Hadir dengan versi 16GB konektivitas Wi-Fi dengan pilihan paket penjualan yang dilengkapi docking dan tanpa docking. Varian lainnya dari Asus Eee Pad Transformer adalah media penyimpanan internal sebesar 32GB dan dukungan 3G yang akan kemudian menyusul hadir di Indonesia.
Tabel Spesifikasi Asus Tablet Eee Pad Transformer
Tabel Spesifikasi Asus Tablet Eee Pad Transformer
sumber: dari situs CHIP
Tidak ada komentar:
Posting Komentar